Wamenag Tegaskan Guru Pelaku Pelecehan Seksual Akan Diberi Sanksi Berat
Oleh Redaksi
Senin, 5 Okt 2026 23:55 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
KANALMEDAN, Medan – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Dr. H. Romo Raden Muhammad Syafii, SH, M.Hum menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap guru yang terbukti melakukan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan madrasah.
Menurutnya, guru harus menjadi teladan sekaligus sosok yang memberikan rasa aman kepada peserta didik. Karena itu, setiap guru yang terbukti melakukan pelanggaran serius, khususnya pelecehan seksual, akan dikenai tindakan tegas, termasuk masuk daftar hitam (blacklist) sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal itu disampaikan Wamenag saat memberikan arahan kepada kepala madrasah MIN, MTsN, dan MAN se-Kota Medan di MAN 3 Medan, Senin (5/10/2026).
“Seseorang guru harus menjadi contoh dan panutan yang baik bagi orang lain. Kalau ada guru yang terbukti melakukan pelecehan seksual, akan dilakukan tindakan tegas dan di-blacklist,” kata Wamenag.
Dalam arahannya, Wamenag juga menyinggung persoalan moral dan perilaku di lingkungan pendidikan keagamaan. Ia menekankan pentingnya penguatan nilai agama, pembinaan karakter, serta pengawasan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik.
Selain persoalan perlindungan peserta didik, Wamenag menyoroti masih adanya ketidaksetaraan alokasi anggaran untuk pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama dibandingkan sektor pendidikan lainnya.
Dengan jumlah peserta didik di lingkungan Kementerian Agama yang mendekati 16 juta orang, menurutnya, porsi anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan perlu mencerminkan besarnya tanggung jawab tersebut.
“Kementerian Agama berpartisipasi kurang lebih 20 persen di bidang pendidikan, sehingga seharusnya 20 persen dari dana pendidikan yang mendekati Rp800 triliun dialokasikan untuk pendidikan yang dikelola Kementerian Agama,” ujarnya.
Wamenag juga menegaskan pemerintah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer, termasuk percepatan sertifikasi dan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia mengatakan Kementerian Agama terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru agar sejalan dengan tanggung jawab mereka dalam mendidik generasi bangsa.
Di sisi lain, Wamenag menyampaikan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan madrasah dan pesantren melalui berbagai program bantuan. Menurutnya, bantuan yang disalurkan secara langsung diharapkan dapat mempercepat peningkatan sarana dan prasarana pendidikan tanpa terbebani proses birokrasi yang panjang.
“Ini momentum kita untuk terus meningkatkan kualitas. Selamat datang di era Presiden yang peduli pesantren dan madrasah. Banyak bantuan langsung yang disalurkan Presiden ke pesantren dan madrasah,” katanya.
Wamenag juga mengapresiasi capaian madrasah di Indonesia yang dinilai mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah madrasah, katanya, telah melahirkan lulusan yang diterima di perguruan tinggi ternama dunia.
“Fokus utama negara untuk memastikan lembaga pendidikan Islam mampu bersaing secara global dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia kembali menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi peserta didik. Berbagai persoalan seperti perundungan dan pelecehan seksual, menurutnya, harus ditangani secara serius dan pelakunya dikenai sanksi sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian Wamenag terhadap perkembangan pendidikan madrasah di Sumatera Utara.
Menurut Qosbi, kehadiran Wamenag menjadi motivasi bagi jajaran madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi peserta didik.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kehadiran Bapak Wamenag, yang merupakan sosok tokoh nasional yang selama ini terbukti sangat peduli terhadap kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan di Sumatera Utara,” ujar Ahmad Qosbi.
Ia juga melaporkan berbagai capaian pendidikan madrasah di Sumatera Utara yang terus menorehkan prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Qosbi menegaskan, potensi besar para siswa madrasah di Sumatera Utara harus terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter, serta dukungan terhadap berbagai bidang prestasi. (Sormin)
Tambahkan situs ini sebagai sumber utama di Google untuk dapatkan berita eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Peningkatan SDM Masyarakat dan Masa Depan Indonesia Berada di Tangan Presiden RI

Yudisium 71 Dokter, FKIK UMSU Catat Kelulusan UKNPDPD Tertinggi PTS se-Indonesia

Rocky Gerung di Unimed: Masa Depan Bangsa Terancam Jika Kampus Kehilangan Nalar Kritis

Wisuda UMSU di Hari Sumpah Pemuda, Kapolda Sumut Ingatkan Bahaya Provokasi

Generasi Emas Tak Lahir Begitu Saja, BKKBN Sumut dan Delia Pratiwi Tekankan Pentingnya Keluarga Berkualitas

Forum Alumni UINSU Dikukuhkan, Rektor Serukan Bangun Kepedulian
Berita Terkini
Lihat Semua
Wisuda UMSU di Hari Sumpah Pemuda, Kapolda Sumut Ingatkan Bahaya Provokasi


Menteri LH Hadiri Wisuda 2.657 Lulusan UMSU, Rektor Prof Akrim Siapkan Alumni Adaptif dan Berdampak

Peningkatan SDM Masyarakat dan Masa Depan Indonesia Berada di Tangan Presiden RI
