Nasional

KONASPI XII Bali, Unimed Dorong Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

W

Oleh Redaksi

Senin, 5 Okt 2026 21:54 WIB

0
KONASPI XII Bali, Unimed Dorong Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
Ilustrasi pemberitaan Portal Berita (Foto: Portal Berita/Redaksi)

Reading Comfort

KANALMEDAN, Bali – Tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup dijawab dengan memperluas akses pendidikan. Kualitas guru, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemampuan berinovasi menjadi faktor penting yang menentukan masa depan pendidikan Indonesia.

Isu tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII 2026 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, pada 2–4 Oktober 2026. Universitas Negeri Medan (Unimed) turut berpartisipasi dalam forum yang mempertemukan 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari seluruh Indonesia tersebut.

Konvensi ini menjadi ajang bagi perguruan tinggi, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk membahas arah kebijakan serta strategi transformasi pendidikan nasional, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu menghadapi perubahan zaman.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya penguatan ilmu-ilmu fundamental atau hard science, seperti matematika, fisika, dan kimia. Penguasaan bidang tersebut dinilai penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis, analitis, dan inovatif dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perguruan tinggi juga dituntut melakukan transformasi agar tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran dan kelulusan mahasiswa. Riset, inovasi, serta pemecahan masalah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha dan industri, pemerintah, serta pembangunan daerah perlu menjadi bagian penting dari kontribusi perguruan tinggi.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya kesinambungan ekosistem pendidikan dari jenjang dasar hingga pendidikan tinggi. Peningkatan mutu pendidikan, menurutnya, perlu didukung penguatan kompetensi guru, pembentukan karakter peserta didik, layanan bimbingan dan konseling yang humanis, serta penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd., mengatakan KONASPI XII menjadi momentum bagi LPTK untuk menyatukan gagasan dan memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan nasional.

Menurutnya, pendidikan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berkarakter serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan. Karena itu, LPTK memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan lahirnya guru-guru profesional yang tidak hanya menguasai pedagogik, tetapi juga memiliki kompetensi keilmuan, kemampuan digital, kreativitas, dan karakter yang kuat,” ujar Baharuddin.

Ia menegaskan, penguatan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi pedagogik dan pembentukan karakter. Guru masa depan dituntut terus belajar, mengikuti perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.

“Kita ingin LPTK tidak hanya mencetak guru, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan guru profesional dan inovatif. Sinergi antara pemerintah, LPTK, sekolah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat menjadi penting agar pendidikan terus relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman,” katanya.

Melalui forum tersebut, kolaborasi antar-LPTK diharapkan menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan inovasi berbasis kajian akademik untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kerja sama juga diperlukan agar hasil riset perguruan tinggi dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pembelajaran, peningkatan profesionalisme guru, dan penyelesaian berbagai persoalan pendidikan.

Bagi Unimed, partisipasi dalam KONASPI XII menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga pendidik berkualitas. Tantangan ke depan bukan hanya melahirkan guru yang menguasai materi pelajaran, tetapi juga pendidik yang mampu membangun karakter, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. (Nas)

Tambahkan situs ini sebagai sumber utama di Google untuk dapatkan berita eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua