Medan

Hari Santri Nasional 2026 di Medan, Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas

W

Oleh Redaksi

Jumat, 23 Okt 2026 03:18 WIB

0
Hari Santri Nasional 2026 di Medan, Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Ilustrasi pemberitaan Portal Berita (Foto: Portal Berita/Redaksi)

Reading Comfort

KANALMEDAN, Medan — Santri memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus mempersiapkan generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 Kota Medan yang digelar di Kampus II Taman Pendidikan Islam (TPI), Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Medan yang diwakili Asisten Pemerintahan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, MA, para kepala seksi, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala madrasah, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan santri dari berbagai pesantren di Kota Medan.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Wali Kota Medan membacakan pidato Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar. Pidato itu menegaskan bahwa peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah mencatat, perjuangan tersebut antara lain ditandai dengan lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang kemudian membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap penjajah, hingga mencapai puncaknya dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

“Resolusi Jihad 1945 dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari untuk menyerukan umat Islam membela tanah air dari ancaman penjajah. Seruan penuh semangat patriotisme dari pendiri Nahdlatul Ulama tersebut berhasil membakar keberanian rakyat dan santri hingga mencapai puncak perlawanan pada 10 November,” demikian petikan pidato Menteri Agama yang dibacakan dalam acara tersebut.

Menurut Menteri Agama, semangat perjuangan itu harus terus diwariskan kepada generasi muda, termasuk santri, agar tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu meneruskan perjuangan melalui kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Peringatan HSN 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menjadi pengingat bahwa santri memiliki tanggung jawab penting dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, santri didorong mengembangkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan serta akhlak mulia yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.

Santri masa kini diharapkan mampu menjaga tradisi luhur pesantren sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tumbuh menjadi ulama, ilmuwan, profesional, hingga pemimpin masa depan yang berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Dukungan pemerintah terhadap pengembangan pesantren juga menjadi bagian penting dalam memperkuat peran santri. Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi pesantren.

Ketiga fungsi tersebut meliputi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Optimalisasi fungsi ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi pesantren dalam membangun kehidupan masyarakat sekaligus menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 Kota Medan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh perwakilan Wali Kota Medan sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik dan lancar. (Sormin)

Tambahkan situs ini sebagai sumber utama di Google untuk dapatkan berita eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua